Integrasi Sains & Sejarah: Untuk Menguatkan Karakter Bangsa

Authors

Siti Maryam
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Devi Murdiawati
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Putri Handayani
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Lukman Nulhakim
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

Integrasi Sains, Sejarah, Karakter Bangsa

Synopsis

Menghadapi tantangan zaman, dunia pendidikan membutuhkan terobosan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan keteguhan moral. Buku Integrasi Sains & Sejarah: untuk Menguatkan Karakter Bangsa ini hadir menawarkan konsep inovatif yang menjembatani rasionalitas ilmu alam dengan nilai-nilai reflektif masa lalu. Melalui pendekatan interdisipliner dan model kurikulum yang terintegrasi, pembaca diajak mengeksplorasi strategi pembelajaran kreatif, pemanfaatan media belajar modern, hingga sistem evaluasi berbasis karakter yang adaptif bagi dunia pendidikan.

Buku ini membedah secara mendalam bagaimana kolaborasi kedua disiplin ilmu ini mampu memantik cara berpikir kritis, menumbuhkan sikap tanggung jawab, serta memperkokoh pilar nasionalisme dalam diri generasi muda. Disajikan dengan bahasa yang lugas dan sistematis, buku ini menjadi referensi yang sangat terbuka bagi para pendidik, mahasiswa lintas jurusan, pengamat kebijakan, maupun masyarakat umum yang peduli terhadap masa depan karakter bangsa.

References

Abdi, G. P. (2020). Peranan pembelajaran sejarah untuk pembentukan karakter murid SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(1), 802–815.

Abdullah, M. A. (2020). Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin: Metode studi agama dan studi Islam di era kontemporer. UIN Sunan Kalijaga Press.

Abni, A., Syam, U., Hasmawati, S., Budiman, B., & Saleh, S. (2025). Kolaborasi tiga pilar dalam membentuk nilai dan karakter murid. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 11251–11262.

Aistina, R., Salsabil, N., & Putri, D. (2025). Hakikat sains sebagai produk dan proses dalam pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Sains, 13(1), 45–56.

Annisa. (2024). Relevansi dan tantangan integrasi sains dan PAI dalam pelajaran sejarah Indonesia di SMAN 5 Kota Bogor. Islamic Learning Horizons: Journal of Islamic Education, 1(1), 46–51.

Apriliyanti, R., Suryadi, D., & Nugraha, A. (2021). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(2), 123–135.

Ariyanto. (2020). Integrasi pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran sejarah. Alun Sejarah: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(2).

Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.

Beane, J. A. (1997). Curriculum integration: Designing the core of democratic education. Teachers College Press.

Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 83(2), 39–43.

Drake, S. M., & Burns, R. C. (2004). Meeting standards through integrated curriculum. ASCD.

Drake, S. M., & Reid, J. L. (2018). Integrated curriculum as an effective way to teach 21st century capabilities. Asia Pacific Journal of Educational Research, 1(1), 31–50.

Drake, S. M., & Reid, J. L. (2020). Integrated curriculum as an effective way to teach 21st century capabilities. ASCD.

Ennis, R. H. (2018). Critical thinking across the curriculum: A vision. Inquiry: Critical Thinking Across the Disciplines, 33(2), 5–19.

Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment.

Fatimatuzzahro, F., Lestari, M. A., Amirah, F. S., Wahyuningsi, W., & Hermawan, T. (2023). Pendidikan karakter bangsa dalam pandangan HOS Tjokroaminoto. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Keagamaan, 3(1), 1– 10.

Fogarty, R. (1991a). The mindful school: How to integrate the curricula. Skylight Publishing.

Fogarty, R. (1991b). Ten ways to integrate curriculum. Educational Leadership, 49(2), 61–65.

Gazali, M. (2017). LUKISAN PRASEJARAH GUA LEANG-LEANG KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN: KAJIAN SIMBOL S. K. LANGER. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 15(1), 57–67. https://doi.org/10.21831/imaji.v15i1.13886

Hidayat, M. (2024). Situs Sangiran: Potensi dan permasalahan dalam pengembangan dan pemanfaatannya. Berkala Arkeologi, 23(2), 114–126.

Jacobs, H. H. (1989). Interdisciplinary curriculum: Design and implementation. ASCD.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Johnson, E. B. (2014). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Jumardi, J. (2017). Peranan pelajaran sejarah dalam pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis nilai sejarah lokal di SMA Negeri 65 Jakarta Barat. Jurnal Pendidikan Sejarah, 6(2), 70–80.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan pendidikan karakter. Kemendikbud.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Lattuca, L. R., Voigt, L. J., & Fath, K. Q. (2017). Does interdisciplinarity promote learning? Review of Higher Education, 40(1), 23–48.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Nabila, K., Surya, P. D., Wirawan, M. S. A., Nisa, R. K., & Nugraha, D. S. (2022). Relief dan struktur stupa Candi Borobudur ditinjau secara arkeoastronomi. AMERTA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 40(2). https://ejournal.brin.go.id/amerta

Parisu, C., Saputra, E., & Lasisi, L. (2025). Integrasi literasi sains dan pendidikan karakter dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Journal of Human and Education, 5, 864–872.

Paul, R., & Elder, L. (2020). The miniature guide to critical thinking concepts and tools (8th ed.). Foundation for Critical Thinking.

Pratama, Y., Karlina, D., & Setiawan, A. (2019). Model pembelajaran RADEC dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 98–107.

Repko, A. F., & Szostak, R. (2021). Interdisciplinary research: Process and theory (4th ed.). SAGE Publications.

Riska, M. (2022). Sains sebagai produk dan proses dalam pembelajaran IPA. Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(1), 21–30.

Rukiyati, R., Sutarini, Y. C. N., & Priyoyuwono, P. (2015). Penanaman nilai karakter tanggung jawab dan kerja sama terintegrasi dalam perkuliahan ilmu pendidikan. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2).

Salsabil, N., Aistina, R., & Handayani, P. (2024). Fungsi hakikat sains dalam pembelajaran IPA abad ke-21. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains, 12(3), 210–222.

Sarip, M. (2020). Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Yupa: Historical Studies Journal, 4(2), 50–61. https://doi.org/10.30872/yupa.v4i2.264

Sartono Kartodirdjo. (1992). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.

Suja, I. W. (2020). Pembelajaran IPA yang inovatif dan kreatif. Alfabeta.

Suriasumantri, J. S. (2017). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Pustaka Sinar Harapan.

Suswandari, S. (2010). Paradigma pendidikan sejarah dalam menghadapi tantangan masa depan. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(1).

Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogic transformatif untuk Indonesia. Rineka Cipta.

Trianto. (2014). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam KTSP. Bumi Aksara.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.

Trowbridge, L. W., & Bybee, R. W. (1990). Becoming a secondary school science teacher (5th ed.). Merrill Publishing Company.

Tulljanah, R., & Amini, R. (2021). Pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui model pembelajaran RADEC. Jurnal Pendidikan Modern, 6(2), 77–89.

Tyas. (2025). Hakikat sejarah: Dimensi waktu dan pembentukan kebudayaan. Fatih: Journal of Contemporary Research, 1(1), 1–11.

Wahyuni, S. (2022). Pembelajaran IPA terpadu berbasis keterampilan proses sains. Deepublish.

Wineburg, S. (2018). Why learn history (when it’s already on your phone). University of Chicago Press. (Purdue OWL).

Published

30 June 2026